Tron: Legacy

Orang-orang
menyebutnya Film animasi. Betul, Tron Legacy ini adalah salah satu film
animasi 3D CGI. Lalu setelah melihat beberapa tayangan di Youtube
tentang TL ini, sepertinya saya sudah bisa menebak bagaimana kerangka
film ini. Menurut saya, tidak perlu memerlukan kejeniusan untuk mencoba
menebak cerita TL ini. Penulis mencoba untuk melihat sedikit bbrp tahun
yang lalu tentang film sci-fi atau science fiction bertajuk animasi.
Seperti Matrix, LOTR, Batman, Iron Man, Independence Day, The Lost
World: Jurassic Park, Predators (1997) dan lain sebagainya. Kemudian,
apa bedanya? Sejumlah film yang disebutkan di atas adalah film-film yang
menggunakan efek-efek 3D juga sekaligus dengan cerita yang tidak
hambar. Karena di dalam teknik pengambilan gambar dengan rancangan
komputer CGI, ada terdapat beberapa fokus cerita konflik yang di
dalamnya yang saling mendukung hingga akhir film sehingga tidak
membosankan penonton. Saya mencoba menebak bahwa TL ini hanya terfokus
dari inti cerita yang monoton. Dengan singkat dapat saya katakan bahwa
TL ini tidak lebih dari sekedar seorang ilmuwan yang terlibat dalam
rancangan program dia sendiri yang mendapatkan tantangan di dalam sebuah
program. Just it...!!!
Harus
diakui bahwa TL menonjolkan animasi yang lumayan keren di bidang tata
visual dan teknologi, namun jauh tertinggal dalam bidang naskah
ceritanya. Begitu sederhananya jalan cerita Tron: Legacy, sehingga
terkadang film ini dapat di tebak bahwa tidak memiliki sebuah konflik
besar yang mampu mengikat perhatian para penontonnya. Berjalan datar,
tanpa kehadiran emosi dan penulis yakin bakal terlihat sama sekali tidak
menarik.. Namun di berbagai media maupun iklan-iklan, TL sepertinya
diangkat mati-matian. Hal ini jelas menggunakan teori marketing ala
America yang Indonesia pun berkiblat ke marketingnya America . Ya...
ibarat penjual yang menjual dagangannya, mau tidak mau menggunakan media
sebagai iklan. Hanya sayangnya, tidak satupun di dunia ini dimana
advertising atau lembaga perfilman menjamin kepuasan konsumen. Belom ada
sejarahnya tertulis slogan " anda tidak puas, uang kembali". hehehe.
Seorang
pakar marketing Eropa (bernama: Ehrenberg) mengatakan," kalau memang
advertising itu kuat dan berefek langsung kepada purchase, berarti
konsumen sama saja dengan robot. Opini penulis yaitu bahwa sebagian
konsumen perfilman indonesia sedang mengalami Euforia
animasi tanpa melihat ide cerita atau naskah dalam sebuah film.
Pokoknya,"melihat sedikit 3D langsung hajar, atau gembar-gembor iklan di
tv yang wah, langsung hajar. Bahkan mendengar sedikit tentang
keuntungan hasil tayang film di bioskop luar negeri yang wuuaahhh,
langsung komen film anu keren. Seperti mahkluk biru Avatar, bagus
animasi tetapi klo cerita dalam Avatar tersebut tidak jauh berbeda
dengan film Kevin Costner yaitu Dance With Wolves (1990).
Seorang
sahabat sekembalinya menonton Tron mengatakan," Tron: Legacy juga
kebanyakan diisi oleh dialog-dialog singkat yang bahkan terdengar
terlalu stupid untuk didengarkan. Hal ini jelas sangat bertolak belakang
dengan tata visual film yang lumayan. Bahkan seorang sahabat lain
menawarkan traktir nonton film ini. Penulis terpaksa menolaknya, bukan
berarti sombang, hanya saja apa gunanya gratis kalau memang sewaktu
meng-angkat pantat dari kursi dalam bioskop nanti malah terbersik dalam
hati hanya carut-marut sambil menuruni anak tangga atau dari awal sampai
akhir cerita tidak henti-hentinya tangan menyapu muka sambil menguap.
KxMadagascar Backlink To Copy
| URL |
| Code For Forum |
| HTML Code |









